Berdiri 10 Oktober 2012, band
yang beranggotakan 5 orang menamakan diri dengan Anuku. Nama anuku diambil
karena kata anuku itu sangat familiar, walau kenyataannya tidak sedikit orang
yang menganggap kata anuku itu maknanya negatif atau kadang dianggap sesuatu
yang tabu. Tetapi bagi kami, anuku itu bukan sesuatu yang tabu, karena anuku
adalah kata yang memiliki banyak arti, kalau kita artikan ke dalam hal yang
negatif pasti hasilnya akan negatif, namun kami mencoba membawa kata anuku itu
ke dalam hal yang positif yaitu musik. “kami ga’ malu untuk mengucapkan kata
Anuku, kami lebih bangga karena itu hanya sebuah kata yang sebenernya memiliki
cukup banyak arti, kami lebih malu ketika kami harus menonton televisi dan
disitu kami melihat banyak berita perampokan, pembunuhan, bahkan korupsi yang
justru mereka bangga untuk mengekposenya ke televisi”.
 |
|
Anuku teridiri dari 5 personil
yaitu Noery pada drum, Awe pada vokal, Yoan pada bass, serta Oki dan Na’im pada
gitar. Genre musik anuku adalah rock’n
roll, blues, tetapi mereka sering menyebutnya javanise rock’n roll, karena
nada-nada atau pentatonik yang mereka ambil ialah bernada kejawa-jawaan.
Sedangkan lagu-lagu dari anuku sebagian besar adalah curhatan dari keadaan
sekeliling anuku yang selalu mereka saksikan secara nyata yang tidak lepas dari
empat unsur. Dalam karya anuku selalu mencakup empat unsur yaitu dari segi
kemanusiaan, segi percintaan, segi kritik sosial terhadap alam, dan yang
terakhir adalah kritikan kepada pemerintahan yang bobrok. Ini adalah pemberontakan,
tetapi pemberontakan kami lakukan dengan cara damai yaitu lewat karya kami.
Band yang berasal dari kota jogjakarta ini lebih menyukai untuk ngumpul di
warung kopi atau angkringan yang ada di kota jogjakarta, mereka menganggap
tempat itu adalah tempat dimana kita bisa bebas berekpresi, tidak ada aturan
yang terlalu ribet disitu, kita mau ngomong apa juga bebas, dan disitu kita
akan lebih tahu dan merasakan sesuatu yang sangat berharga yaitu kesederhanaan.
Dalam band anuku yang terpenting adalah solidaritas, one for all, all for one ,
itulah yang selalu mereka pegang untuk menjadikan anuku selalu solid.